DI BALIK SENYUMKU
Aku di sapa ujian. Aku belajar mengenal kehidupan.
Bahwasanya sebaik hidup bukan saja berteman suka dan bahagia. Tetapi di corak
hampa dan air mata. Maka, aku mengenal arti sabar dan belajar tersenyum
walaupun perih terus menerus menagih hiba.
Ketika kehendakku tidak bisa di genggam. Aku belajar menjadi insan matang. Mensyukuri segala yang ditakdirkan. Bukan merengut mencipta sesalan. Karena ku tahu bahwa segalanya tidak semudah apa yang ada dibayanganku. Dunia hanya persinggahan yang sering menagih pengorbanan.
Ku sedari aku bukanlah sempurna. Aku belajar menjadi diri aku apa adanya. Tidakku cemburu menatap kelebihannya dia. Kerana ku yakini bahwa Allah itu menjadikan kita tidak sama. Dan kita sememangnya memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak serupa.
Dibalik kegagalan semalam telah menghancurkan impian. Namun karena kegagalan itulah aku mengikat suatu kesimpulan. Bahawa tidak semua yang kita kehendakkan, akan berjaya berada di tangan. Kegagalan itulah yang menjadi guru memberi pengajaran.
Menyadarkan aku bahwa walaupun kita merancang, Jangan pernah lupa bahawa Allah juga merancang. Dan perancangan Allah memanglah jauh lebih hebat dan penuh hikmah kebaikan di setiap kejadian.
Kehilangan yang terjadi memang memberi lubang terdalam dihatiku. Namun karena dibalik kehilangan itu aku belajar sesuatu. Bahawa setiap yang datang akan berlalu. Tiada apa yang kekal di dunia ini kecuali Allah yang satu. Lalu ku isikan pecahan-pecahan yang telah terjadi di hatiku. Dengan cintanya Dia yang mengukuhkan kembali hatiku yang layu.
Dunia telah mengajarkan aku memilih untuk selalu merasa kecewa dan terluka, namun hanya dengan mengingati Allah sajalah aku kembali menyadari dan ridha. Bahwa segalanya adalah ketentuanNya dan akhirnya akan belajar dari segenap peristiwa.
Terima kasih, Ya Allah.
Ketika kehendakku tidak bisa di genggam. Aku belajar menjadi insan matang. Mensyukuri segala yang ditakdirkan. Bukan merengut mencipta sesalan. Karena ku tahu bahwa segalanya tidak semudah apa yang ada dibayanganku. Dunia hanya persinggahan yang sering menagih pengorbanan.
Ku sedari aku bukanlah sempurna. Aku belajar menjadi diri aku apa adanya. Tidakku cemburu menatap kelebihannya dia. Kerana ku yakini bahwa Allah itu menjadikan kita tidak sama. Dan kita sememangnya memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak serupa.
Dibalik kegagalan semalam telah menghancurkan impian. Namun karena kegagalan itulah aku mengikat suatu kesimpulan. Bahawa tidak semua yang kita kehendakkan, akan berjaya berada di tangan. Kegagalan itulah yang menjadi guru memberi pengajaran.
Menyadarkan aku bahwa walaupun kita merancang, Jangan pernah lupa bahawa Allah juga merancang. Dan perancangan Allah memanglah jauh lebih hebat dan penuh hikmah kebaikan di setiap kejadian.
Kehilangan yang terjadi memang memberi lubang terdalam dihatiku. Namun karena dibalik kehilangan itu aku belajar sesuatu. Bahawa setiap yang datang akan berlalu. Tiada apa yang kekal di dunia ini kecuali Allah yang satu. Lalu ku isikan pecahan-pecahan yang telah terjadi di hatiku. Dengan cintanya Dia yang mengukuhkan kembali hatiku yang layu.
Dunia telah mengajarkan aku memilih untuk selalu merasa kecewa dan terluka, namun hanya dengan mengingati Allah sajalah aku kembali menyadari dan ridha. Bahwa segalanya adalah ketentuanNya dan akhirnya akan belajar dari segenap peristiwa.
Terima kasih, Ya Allah.

Komentar
Posting Komentar