semu abadi

Menguak takdir membiru menerjang hitam legam lingkup takdir senja mati.
Harapan pudar basi menantang jejak semu abadi.
Hati tengelam terpana caci diri menggoyang nurani menatap wajah ilahi.
Semu janji, semu hari, semu hati, semu diri hingga semu mati
Berbaris menolehkan kepala sang jiwa sembari berairmata
Pedas pilu yang serasa abadi…
Takdirkah namanya ?
Ketika taring-taring tajam
Menusuk batas angkara,
Lendir darah hitam mengalir deras
Sementara berat kepala lepas menggelinding
Dan tersenyum….

Komentar

Postingan Populer