Bahagia Sejenak
Bahagia sejenak
kamu dan aku duduk di serambi
kita berdua, tapi satu roh, kamu dan aku
kita rasa aliran air kehidupan di sini
kamu dan aku dengan keindahan taman.
dan burung-burung bernyanyi, bintang-bintang menatap kita
dan kita menanyakan mereka ‘gimana mau menjadi bulan sabit kecil ?
jika kamu dan aku bukan diri, bakal menyatu takberasingan,
betapa spekulasi kamu dan aku. tiang surgawi bakal retakkan gula,
waktu kita tertawa bersama, kamu dan aku
dalam satu bentuk di muka bumi ini dan dalam bentuk lain di bumi manis
di kebebasan waktu yang tak tecatat
Komentar
Posting Komentar