Pada Sebaris Hujan


Pada sebaris hujan, kita masuki cakrawala dengan payung terbuka
tanpa layung senja. Terpa angin meninggalkan jejak dingin di dada.
Engkau menggigil di jantungku.

Jutaan tetes air beterbangan
seperti tangis terbebas dari kesedihan
seperti bunga-bunga tumpah dari jambangan. 

Mengisi hatimu yang bimbang
mengubah rintihmu jadi tembang. Rintik merdu.

Sebutir hujan menggantung di ujung payung
seukir kilau, sesafir cahaya yang tersimpan. 

Sebutir doakah?
Kumasuki kelambu hujan
Air matamu menggenggam rinduku.

Waktu mendesak. Serasa singkat.
Rembang pun lewat, saat benderang lampu-lampu dan hujan berpamitan  di jendela senja
perlahan menutup payung kita,
dengan pelukan...

Komentar

Postingan Populer