UNTUK SEBUAH SENYUM
Bagaimana kunafikkan rasa kesal,jika senyum yang tertoreh pada keikhlasan
dimana ia telah menjadi satu bagian
yang sulit terlepas walau hanya selintas.
Untuk sebuah senyum,
yang sengaja kau tinggalkan sesaat air tangis tercerai
namun tetap teringat dalam benak
tak hanya terlewat, tapi menapak.
Untukmu yang terus mengobar semangat
tak kan pupus senyum itu terhadapku
senyum raga terkasih
yang terpilin dari sekat kasta
namun tidak pada satu hati.
Yang mewakili segenap jiwa
bahwa rasa tak pernah dusta
kurindu senyummu
kurindu wedang ronde itu..
Komentar
Posting Komentar